Hri ini saya kembali lagi dengan curhatan. Ya. Curhatan. Mungkin
agak berbeda dengan akhir-akhir ini dimana yang biasanya saya selalu posting
hal-hal yang berhubungan dengan hobi atau sesuatu yang saya sukai, kini saya
akan curhat kejadian beberapa jam lalu.
Apa kau punya suatu benda yang sangat penting dalam
kehidupanmu sampai jika kau kehilangan benda itu, hidupmu tidak akan sama lagi?
Mungkin beberapa orang sama denganku, punya satu benda yang sangat berharga
dalam kehidupan kami. Kacamata. Yes.
Bagi manusia-manusia macam kami ini kacamata menjadi benda
tetpenting dalam hidup kami. Yang saya maksud adalah manusia-manusia yang
matanya tidak bagus lagi, atau seperti saya, sudah mengenakan kacamata selama
kurang lebih delapan tahun dan sekarang minus saya dua duanya adalah 5,5. Besar,
eh? Memang begitu. maka dari itu, bersyukurlah kalian punya mata yang sehat.
Cerita awalnya dulu ya. aku udah punya minus sejak aku esde.
Kebanyakan orang bilang kalo aku kutu buku. Sebenernya gak gitu juga sih. Aku memang
suka baca buku, di sebagian teman-temanku, membaca buku setebal harry potter
bgi anak esde bukanlah sesuatu yang wajar. Itulah kenapa mereka menyebutku kutu
buku. Padahal ya, penyebabnya adalah keturunan. Aku suka sayur dan buah-buahan
melebihi mkanan lain. Jadi, jika alasannya aku minum karena kurang vitamin A,
itu sangat tidak masuk akal.
Aku minus karena ibuku punya minus dan selindris sejak
masih kecil. Dan bisa dipastikan, salah satu anaknya juga akan menderita hal
yang serupa.
Balik ke masalah tadi. Bergantung pada benda panjang seperti
kacamata memang tidak menyenangkan. Ini memang bukan yan pertama kalinya aku
kehilangan kacamata, yang sebagian besar rusak. Entah karena kuinjak, kududuki,
pasti setahun dua tahun lamanya aku harus ganti kacamata yang baru. Semakin tahun
semakin minusmu bertamhbah. Oh percayalah. Aku tidak mengerti kenapa beberapa
orang uska mengenakan kacamata padahal matany baik-baik saja. Salah satu
temanku yang melakukan itu pernah kutanyai, dia menjawab bahwa setidaknya, dia
ingin matanya menjadi minus juga. Biar bisa pakai kacamata, biar bisa eksen dan
biar bisa kelihatan pinter dan keren. Oh god. Dia belum pernah merasakan
hal-hal klise konyol yang sering terjadi bagi pengguna kacamata.
Pertama, kau sering lupa meletakkan kacamatamu dimana. Terutama
jika kamarmu seperti hutan rimba. Da setelah kautahu, kacamata itu ada di bawah
hidungmu, atau menempel di matamu, hanya saja kau tidak menyadarinya. Itu sering
terjadi padaku.
Kedua, kau tidak sadar dan sering salah membedakan pandakan
ketika kau mengenakan kacamt atau tidak. Maksudku, ada beberapa waktu ketika
pengguna kacamata harus melepaskan kacaatanya. Misalnya ketika renang, sholat,
mandi dan tidur. Dan konyolnya, kami, para pengguna kacamata terutama aku
sendiri, sering melakukan hal itu.
Dan yang terakhir adalah hal dimana kau kehilangan atau
kerusakan barang berhargamu itu. praktis, dunia akan terasa berbeda.
Ceritanya malam ini aku lelah sekali. Dan setelah sholat
magrib, aku tertidur. Namun beberapa jam kemudian aku menderngarpintu kamar
kosku (kebetulan aku anak kuliahan) diketuk seseorang. Akiu yang tadi langsung
terlelap tidur terbangun dan lupa menggeletakkan kacamata di lanti tempat
tidurku. Dan ketika aku bangkit untuk membukakan pintu, ‘kraak!’ suara
menakutkan itu terdengar. Suaranya begitu mengerikan, lebih mengerikan dari
suara jeritan di film horror. Bagiku.
Dan ketika kusadari, aku baru saja kehilangan benda yang
sangat berharga bagiku.
Menjadi manusia bermata minus 5,5 memang tidak mudah. Jalanan
terasa kabur. Bahkan saat menulis ini pun, aku sama sekali tidak bica membaca apa
yang aku tulis di monitor. Aku hanya hapal keyboardnya karena aku sering
menulis. Menyedihkan bukan?
Besok pagi aka nada quis, dan dosen itu biasanya memberikan
soal lewat layar lcd. Dan dengan keadaanku yang seperti ini, ini benar-benar
bencana. Ysepele sih memang, tapi dampaknya sampai ke pada nilai studi dan masa
depanmu.
Jadi itulah. Mungkin kau bisa mengerti perasaanku sekarang. Haha.
Begitu menderita dan sengsara. Sekali lagi kuberitahu, aku menulis ini dalam
keadaan hampir buta karena kabur. Jadi maaf jika ada tulisan typo atau gimana. Aku
hanya menulis begitu saja,tanpa kuedit sama sekali. Bahkan kubaca saja tidak. jadi inilah aku. So cewek menyedihkan yang matanya sudah buruk sekali sedang merapati nasibnya karena besk, dia bisa diastikan tidak bisa ikut quis d kampusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar