Minggu, 05 Oktober 2014

When You Lose One of the Most Impartant Things in Your Life

Hri ini saya kembali lagi dengan curhatan. Ya. Curhatan. Mungkin agak berbeda dengan akhir-akhir ini dimana yang biasanya saya selalu posting hal-hal yang berhubungan dengan hobi atau sesuatu yang saya sukai, kini saya akan curhat kejadian beberapa jam lalu.
Apa kau punya suatu benda yang sangat penting dalam kehidupanmu sampai jika kau kehilangan benda itu, hidupmu tidak akan sama lagi? Mungkin beberapa orang sama denganku, punya satu benda yang sangat berharga dalam kehidupan kami. Kacamata. Yes.
Bagi manusia-manusia macam kami ini kacamata menjadi benda tetpenting dalam hidup kami. Yang saya maksud adalah manusia-manusia yang matanya tidak bagus lagi, atau seperti saya, sudah mengenakan kacamata selama kurang lebih delapan tahun dan sekarang minus saya dua duanya adalah 5,5. Besar, eh? Memang begitu. maka dari itu, bersyukurlah kalian punya mata yang sehat.
Cerita awalnya dulu ya. aku udah punya minus sejak aku esde. Kebanyakan orang bilang kalo aku kutu buku. Sebenernya gak gitu juga sih. Aku memang suka baca buku, di sebagian teman-temanku, membaca buku setebal harry potter bgi anak esde bukanlah sesuatu yang wajar. Itulah kenapa mereka menyebutku kutu buku. Padahal ya, penyebabnya adalah keturunan. Aku suka sayur dan buah-buahan melebihi mkanan lain. Jadi, jika alasannya aku minum karena kurang vitamin A, itu sangat tidak masuk akal.
Aku minus karena ibuku punya minus dan selindris sejak masih kecil. Dan bisa dipastikan, salah satu anaknya juga akan menderita hal yang serupa.
Balik ke masalah tadi. Bergantung pada benda panjang seperti kacamata memang tidak menyenangkan. Ini memang bukan yan pertama kalinya aku kehilangan kacamata, yang sebagian besar rusak. Entah karena kuinjak, kududuki, pasti setahun dua tahun lamanya aku harus ganti kacamata yang baru. Semakin tahun semakin minusmu bertamhbah. Oh percayalah. Aku tidak mengerti kenapa beberapa orang uska mengenakan kacamata padahal matany baik-baik saja. Salah satu temanku yang melakukan itu pernah kutanyai, dia menjawab bahwa setidaknya, dia ingin matanya menjadi minus juga. Biar bisa pakai kacamata, biar bisa eksen dan biar bisa kelihatan pinter dan keren. Oh god. Dia belum pernah merasakan hal-hal klise konyol yang sering terjadi bagi pengguna kacamata.
Pertama, kau sering lupa meletakkan kacamatamu dimana. Terutama jika kamarmu seperti hutan rimba. Da setelah kautahu, kacamata itu ada di bawah hidungmu, atau menempel di matamu, hanya saja kau tidak menyadarinya. Itu sering terjadi padaku.
Kedua, kau tidak sadar dan sering salah membedakan pandakan ketika kau mengenakan kacamt atau tidak. Maksudku, ada beberapa waktu ketika pengguna kacamata harus melepaskan kacaatanya. Misalnya ketika renang, sholat, mandi dan tidur. Dan konyolnya, kami, para pengguna kacamata terutama aku sendiri, sering melakukan hal itu.
Dan yang terakhir adalah hal dimana kau kehilangan atau kerusakan barang berhargamu itu. praktis, dunia akan terasa berbeda.
Ceritanya malam ini aku lelah sekali. Dan setelah sholat magrib, aku tertidur. Namun beberapa jam kemudian aku menderngarpintu kamar kosku (kebetulan aku anak kuliahan) diketuk seseorang. Akiu yang tadi langsung terlelap tidur terbangun dan lupa menggeletakkan kacamata di lanti tempat tidurku. Dan ketika aku bangkit untuk membukakan pintu, ‘kraak!’ suara menakutkan itu terdengar. Suaranya begitu mengerikan, lebih mengerikan dari suara jeritan di film horror. Bagiku.
Dan ketika kusadari, aku baru saja kehilangan benda yang sangat berharga bagiku.
Menjadi manusia bermata minus 5,5 memang tidak mudah. Jalanan terasa kabur. Bahkan saat menulis ini pun, aku sama sekali tidak bica membaca apa yang aku tulis di monitor. Aku hanya hapal keyboardnya karena aku sering menulis. Menyedihkan bukan?
Besok pagi aka nada quis, dan dosen itu biasanya memberikan soal lewat layar lcd. Dan dengan keadaanku yang seperti ini, ini benar-benar bencana. Ysepele sih memang, tapi dampaknya sampai ke pada nilai studi dan masa depanmu.

Jadi itulah. Mungkin kau bisa mengerti perasaanku sekarang. Haha. Begitu menderita dan sengsara. Sekali lagi kuberitahu, aku menulis ini dalam keadaan hampir buta karena kabur. Jadi maaf jika ada tulisan typo atau gimana. Aku hanya menulis begitu saja,tanpa kuedit sama sekali. Bahkan kubaca saja tidak. jadi inilah aku. So cewek menyedihkan yang matanya sudah buruk sekali sedang merapati nasibnya karena besk, dia bisa diastikan tidak bisa ikut quis d kampusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar