Rabu, 21 Desember 2016

Saya dan Hype Meyebalkan Bernama “OM TELOLET OM!”

Etto… What the heck I am writing now? Hahahaha. But seriously, setelah buat enek semingguan ini dengan menuh menuhin semua media sosial yang ada, rasanya tanganku gatel buat ngetik tentang fenomena yang sampe sekarang aku gak ngerti dimana uniknya, faedahnya, hingga orang-orang Indonesia, spamming di segala kolom komentar di semua media sosial.
            Awalnya tau fenomena telolet itu sekitar April 2016 yang lalu, saat aku dan angkatan jurusanku pergi buat KKL. Waktu itu kami berhasil mendapatkan bis yang cukup bagus, teknologi dan model terbaru, kata guide nya. Yaah. Kalo boleh sebut merek SUBUR JAYA. Mungkin beberapa pembaca yang terkena demam ini bisa bayangin bis nya gimana. Lol.
            Singkat cerita, ditengah-tengah rombongan tim kami yang mau berangkat, ada segerombolan anak-anak ABG, dominasi cowok yang ‘ngintilin’ bis kami. Aku pikir awalnya mereka relasi, atau awak dari bis. Namun jumlah mereka yang terlalu banyak membuatku aneh. Setelah itu bis kami, yang jumlahnya ada empat melaju ke lokasi KKL, yang waktu itu bertempat di Surabaya-Bali. Hingga berapa jauh pun kami diikuti mereka yang mengikuti kami dengan sepeda motor, berteriak kesenangan ketika supir bis kami mempunyai urgensi khusus untuk membunyikan klakson mobil.
            Itu pertama kalinya aku tahu fenomena itu dan sungguh… hingga sekarang, Desember ini hype ini secara aneh meluas pun aku masih tidak paham dimana bagusnya, uniknya, faedahnya hingga menimbulkan kesenangan bahkan adiksi tersendiri bagi orang-orang tertentu. Maksudku… itu hanya klakson oke? Aku setuju jika bunyinya unik, tapi jika begitu, bang odong-odong menang telak dong dari suara klakson mobil bis pariwisata itu? Hahaha. Maaf.
            Okee. Disini aku akan mengungkapkan unek-unekku yang kedua. Pertama sungguh sebenarnya aku sangat amat sebal dengan fenomena ini. Kebetulan aku banyak men-follow artis-artis jepang di instagram maupun di twitter, dan banyak di kolom komentar mereka yang berbunyikan, “OM TELOLET OM!” atau yang sejenis. Tak sedikit pula yang hingga membuat postingan, mempertanyakan apa maksud para follower mereka berkomentar seperti itu, dalam jumlah banyak.
            Twitter gak seberapa sih. Instagram yang paling bikin enek. Karena fungsi utama instagram adalah media pengunggah foto dan video pendek, banyak sekali postingan-postingan mengenai suara klakson mobil ini. Dari meme, guyonan, aksi iseng teman-teman, dan yang paling menyebalkan… video pendeknya. Aku bisa bilang walaupun following instaku 70 persen artis jepang, seputar artis jepang ataupun hal-hal kesenanganku yang lain, explore tab, beranda, timeline semua dipenuhi dengan hal ini.
            I think… arrrghhh! Sungguh. Aku adalah pencinta ketenangan. Aku memilih kamarkosku sekarang bahkan karena pertimbangan suara air kolam yang dapat di dengar dari kamarku. Aku suka music klasik *walaupunsukamusikpoplainjuga*, aku suka hal-hal artistic macam balet, teater dan desain rumah country yang vintage sekali. *okee, ini gak nyambung, haha* dan ketika aku berekplorasi dalam media sosialku, semua kesenanganku itu harus tenggelam dengan bunyi “TELOLET LOLET LOLET”. It’s kinda frustrating.

            I’m sorry buat yang merasakan dan benar-benar jatuh cinta pada hype ini. Maaf aku begitu kejam menilai hype ini, bahkan membanding-bandingkannya dengan odong-odong. Sungguh aku hanya mengungkapkan unek-unekku saja. Hahaha. Mungkin aku akan menghindari instagram sampai hype ini sedikit mereda dari sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar