Etto… What the heck I am writing now?
Hahahaha. But seriously, setelah buat enek semingguan ini dengan menuh menuhin semua
media sosial yang ada, rasanya tanganku gatel buat ngetik tentang fenomena yang
sampe sekarang aku gak ngerti dimana uniknya, faedahnya, hingga orang-orang Indonesia,
spamming di segala kolom komentar di semua media sosial.
Awalnya
tau fenomena telolet itu sekitar April 2016 yang lalu, saat aku dan angkatan
jurusanku pergi buat KKL. Waktu itu kami berhasil mendapatkan bis yang cukup
bagus, teknologi dan model terbaru, kata guide nya. Yaah. Kalo boleh sebut
merek SUBUR JAYA. Mungkin beberapa pembaca yang terkena demam ini bisa bayangin
bis nya gimana. Lol.
Singkat
cerita, ditengah-tengah rombongan tim kami yang mau berangkat, ada segerombolan
anak-anak ABG, dominasi cowok yang ‘ngintilin’ bis kami. Aku pikir awalnya
mereka relasi, atau awak dari bis. Namun jumlah mereka yang terlalu banyak
membuatku aneh. Setelah itu bis kami, yang jumlahnya ada empat melaju ke lokasi
KKL, yang waktu itu bertempat di Surabaya-Bali. Hingga berapa jauh pun kami
diikuti mereka yang mengikuti kami dengan sepeda motor, berteriak kesenangan
ketika supir bis kami mempunyai urgensi khusus untuk membunyikan klakson mobil.
Itu
pertama kalinya aku tahu fenomena itu dan sungguh… hingga sekarang, Desember
ini hype ini secara aneh meluas pun aku masih tidak paham dimana bagusnya,
uniknya, faedahnya hingga menimbulkan kesenangan bahkan adiksi tersendiri bagi
orang-orang tertentu. Maksudku… itu hanya klakson oke? Aku setuju jika bunyinya
unik, tapi jika begitu, bang odong-odong menang telak dong dari suara klakson
mobil bis pariwisata itu? Hahaha. Maaf.
Okee.
Disini aku akan mengungkapkan unek-unekku yang kedua. Pertama sungguh
sebenarnya aku sangat amat sebal dengan fenomena ini. Kebetulan aku banyak
men-follow artis-artis jepang di instagram maupun di twitter, dan banyak di
kolom komentar mereka yang berbunyikan, “OM TELOLET OM!” atau yang sejenis. Tak
sedikit pula yang hingga membuat postingan, mempertanyakan apa maksud para
follower mereka berkomentar seperti itu, dalam jumlah banyak.
Twitter
gak seberapa sih. Instagram yang paling bikin enek. Karena fungsi utama
instagram adalah media pengunggah foto dan video pendek, banyak sekali
postingan-postingan mengenai suara klakson mobil ini. Dari meme, guyonan, aksi
iseng teman-teman, dan yang paling menyebalkan… video pendeknya. Aku bisa
bilang walaupun following instaku 70 persen artis jepang, seputar artis jepang ataupun
hal-hal kesenanganku yang lain, explore tab, beranda, timeline semua dipenuhi
dengan hal ini.
I
think… arrrghhh! Sungguh. Aku adalah pencinta ketenangan. Aku memilih
kamarkosku sekarang bahkan karena pertimbangan suara air kolam yang dapat di dengar
dari kamarku. Aku suka music klasik *walaupunsukamusikpoplainjuga*, aku suka
hal-hal artistic macam balet, teater dan desain rumah country yang vintage
sekali. *okee, ini gak nyambung, haha* dan ketika aku berekplorasi dalam media
sosialku, semua kesenanganku itu harus tenggelam dengan bunyi “TELOLET LOLET
LOLET”. It’s kinda frustrating.
I’m
sorry buat yang merasakan dan benar-benar jatuh cinta pada hype ini. Maaf aku
begitu kejam menilai hype ini, bahkan membanding-bandingkannya dengan
odong-odong. Sungguh aku hanya mengungkapkan unek-unekku saja. Hahaha. Mungkin aku
akan menghindari instagram sampai hype ini sedikit mereda dari sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar